Kejadian naas ini terjadi di hari pertama puasa.
Mengapa baru bisa saya tulis sekarang, alasannya adalah karena koneksi internet di ITB, kampus tercinta yang tidak mencintai mahasiswanya lagi, sedang lemot sekali.
Akibatnya sudah lama saya tidak membuka e-mail, bahkan google sekalipun lama sekali membukanya!!!apalagi menulis blog.....borok-borok (kata salah seorang teman saya mah).
Di hari pertama puasa itu entah mengapa badan saya lemas sekali, otak sulit diajak bekerja sama, ditambah lagi kemarin malamnya saya disuruh menaati peraturan2 yang sangat berat sekali (maaf sekali isi peraturan itu tidak dapat saya tuliskan di sini, terlalu panjang hehe)
Dengan lesu saya berangkat ke kampus dengan mengendarai mobil carry coklat kesayangan saya (habis cuma itu mobil yang saya punya :p). Sebenarnya hari itu saya malas mengendarai mobil, capek, tetapi saya harus pergi ke BEC untuk membetulkan iPod sialan.
Seperti sudah saya duga sebelumnya parkiran di sekitar kampus penuh semua. Sehingga saya memutuskan untuk parkir di BATAN. Singkat cerita mobil berhasil saya parkir dengan mulus, lalu dengan tenangnya saya keluar mobil dan berjalan menuju kampus.
Pukul 3 saya kembali ke BATAN untuk mengambil mobil. Rencananya saya akan ke BEC naik mobil bersama emang (oom) yadi. Kami berdua (saya dan mang yadi) kemudian menuju parkiran.
Saya kemudian membuka tas untuk membawa kunci........tapiiii......saya cari2 di tas kunci mobil itu tidak ketemu2. Waduh saya bingung sekali, saya lupa sekali menyimpan kunci dimana.
Kemudian terjadilah percakapan seperti berikut ini :
Mang Yadi (MY) : "Ketemu tidak kuncinya?"
Alin : (wajah bloon) "ga"
MY : "lho ko bisa?"
Alin : (masih wajah bloon) "ga tau"
(garuk2 kepala) "apa mungkin ketinggalan di lab ya? atau malah jatuh?atau....atau...."
MY : "coba kamu intip mobilnya. siapa tau ketinggalan"
Alin : "ah, ga mungkin kalo ketinggalan di dalam mobil mah" (wajah percaya diri)
Tetapi karena penasaran akhirnya saya pun mengintip ke dalam mobil.
Dan ternyata..........si kunci itu dengan antengnya masih ada di dalam mobil. Tidak percaya atas apa yang dilihat saya mengucek2 mata dan mengintip lagi dan sialnya memang tidak ada yang salah dengan penglihatannya saya. Kunci mobil itu memang tertinggal di dalam mobil.
Alin : (wajah memelas, suara perlahan2) "iya....kuncinya ada di dalam mobil"
Pasti dalam hati si Mang Yadi bilang seperti ini, "buset nih anak, linglung apa gendeng"
Akhirnya kami ke BEC naik angkot. Setelah urusan selesai kami berpisah.
Ternyata linglungnya belum sembuh, saya lupa naik angkot apa. Saya hanya berjalan dengan gontai, bingung harus berbuat apa, saya hanya ingin pulang.
Sampai akhirnya saya bertemu angkot (lupa angkot apa) lalu langsung saja naik angkot itu!!
Entah bagaimana caranya, (untungnya) saya bisa pulang dengan selamat (hebat juga ternyata alam bawah sadar saya)
Benar2 hari yang sangat berat huhu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
3 komentar:
Trus gmn Lin? Ambil kuncinya pake apa? Cara maling?
sabar yak lin :)
makany ati2 lin....
jgn ampe kelupaan lg yak :D
asalnya gw mau pake cara maling
tapi lagi ga mood soalnya ribet dan gw ga bawa obeng
jadinya gw balik ke rumah ngambil kunci serep
Posting Komentar