Senin, 27 Agustus 2007

Tuhan tolong jangan buat aku jadi menggeuleuhkan

Mau tahu virus apa yang paling berbahaya?
Virus aids?bukan
Virus ebola?ngeri sih tapi bukan juga
Virus yang satu ini luar biasa kurang ajarnya, datangnya tiba-tiba, kadang kita ga sadar udah terjangkiti. Virus ini mampu mengubah perilaku, dan hal inilah yang mengerikan. Kalau virus penyakit kaya influenza, flu burung, aids ampe ebola kan bukan mengubah perilaku tapi mengubah fisik aja, orang yang awalnya pendiam ga akan berubah menjadi lebih ceria misalnya setelah terkena virus2 itu.

Dan sungguh sial sepertinya saya sudah terjangkiti virus sialan ini.
Everybody know kalau saya itu orang yang ga tahan hal2 romantis dan puitis...........tapi gara2 virus sialan ini perilaku saya yang semula begitu kerennya berubah menjadi norak :(
Bayangkan saja bisa2nya saya mengirimkan pesan2 singkat nan romantis ke telepon selularnya, dan banyak hal2 lainnya yang terlalu memalukan untuk dapat dituliskan disini.

Sampai akhirnya, tadi malam saya mengirimkan beberapa sms sok puitis kepadanya kemudian dia membalas seperti ini "i just like you for who you are, who you were and who you will be. i don't want you to be change into somebody your not"dan dia bilang bahwa saya tidak seperti orang yang dulu dia kenal!!

Buset.....seperti tersambar petir di siang hari bolonglah saya. Astaga apa yang telah saya lakukan?lalu saya baca sent item dan tergetarlah hati saya karena ternyata saya sudah mengirimkan begitu banyak sms romantis+puitis yang mampu membuat orang lain mengernyitkan dahi lalu muntah2.

Saking bingungnya saya tidak tahu harus membalas apa. Akhirnya saya hanya menulis "waduh aku juga ga tau kenapa aku nulis SMS2 kaya gitu. Lagi kesambet kayanya!"

Nah sudah tahu kan penderitaan saya gara2 si virus kampret itu, sekarang saya sudah tidak punya muka untuk bertemu lagi dengan dia (minimal dalam waktu dekat inilah)

Saya pun terduduk lemas dan menatap nanar pada layar HP lalu berdoa "Tuhan jangan ubah aku menjadi manusia yang hina dan menggeuleuhkan bagi orang lain dan diri saya sendiri. amin"

buddha....osamu tezuka masterpiece

Ada satu komik yang sangat menginspirasi saya akhir2 ini. judulnya BUDDHA.
Saking ngefansnya saya sampai rela mengeluarkan uang 30 ribu perak (sebuah harga yang cukup mahal untuk sebuah buku komik) buat beli buku ini.

wow saya gembira sekali bisa mendapatkan komik budha ini, maka sepanjang jalan hati sayapun bernyanyi dengan riang (soalnya kalo nyanyi sambil teriak2 khawatir disangka mengidap penyakit jiwa).

Oke mungkin anda bertanya2 "mengapa sih si alin bisa suka dengan komik ini?padahal tampang dia ga ada potongan serius2nya...!!"
Jadi begini sodara2.pernahkah anda membaca buku kemudian menjadi terinspirasi.
Contohnya saat Hitler membuat buku Mein Kampf yang membuat orang2 terinspirasi atas ide2 rasialisnya.
Nah komik Buddha ini dengan sukses mampu menyentuh hati saya.

Terkadang kita (saya) sering mencibir orang2, di dunia nyata ataupun maya, yang berkelakuan sangat baik. Sering kita berpikir "ah, cari muka aja tuh orang, mana ada orang bisa sebaik itu, dusta itu dusta!!!".
Kita dengan seenaknya saja melemparkan tuduhan itu tanpa berusaha mencari tahu mengapa dia bertindak seperti itu.
Nah buku Buddha ini selain mampu menerangkan pentingnya berbuat kebajikan dan yang paling penting juga mampu mengajak saya berbuat baik.

Salah satu kalimat yang paling berkesan bagi saya pribadi adalah "semua kehidupan itu penting, setiap manusia (mahluk hidup) memiliki peranan masing2 di alam ini dan saling berkaitan"
Pernahkah kita merasa tidak berharga?sesungguhnya kita ini berharga, alam tidak pernah membeda-bedakan, kita semua memiliki andil dan peran kita akan berguna jika kita mampu memberikan bantuan kepada mahluk lainnya.

Anyway, mungkin penjelasan saya kurang memuaskan, tidak memuaskan malah :p
Kesimpulannya sih setelah membaca buku ini setidaknya saya berusaha berbuat baik pada orang lain, maklumlah kan sedang berusaha menjadi the enlighted one hehe :D

Rabu, 15 Agustus 2007

Sang Dewi a.k.a Titi DJ diatas ring tinju

Ingin mengusir kebosanan??
Jika ada waktu mampirlah ke bioskop lalu tonton film Sang Dewi.
Hanya saja jika tidak dapat tiket gratisan atau ditraktir orang lebih baik tidak usah sih hehe.

Pesan yang ingin disampai sutradaranya bahwa dalam kebisuan, cinta menemukan sejuta jawaban, dan memang sang sutradara menerjemahkan kebisuan dalam arti sebenarnya, karena tokoh utana film ini, Beno, adalah seorang tuna wicara.

Ditinjau dari segi cerita, film ini biasa2 saja. Malah alurnya cukup membingungkan dan terkesan mengada-ada (saat pertemuan antara Beno dan Laras). Poin yang unggul dalam film ini adalah sinematografinya, pengambilan angle2nya cukup bagus (terutama saat duel), tapi yang paling fenomenal tentu saja kemunculan Titi DJ yang bernyanyi dengan baju berkilapan di atas ring....bukan main!!!

Selama film diputar emosi saya cukup teraduk, mengapa?karena saya mengasosiasikan tokoh Beno dengan diri saya, karena kebisuannya dalam masalah cinta hehe, dan yang menyebalkan tokoh Beno ini menyukai Laras yang seorang pelacur. Saya benci Laras bukan karena dia pelacur, tapi karena Laras tidak menghargai cinta Beno. Laras selalu bilang bahwa dia tidak percaya pada cinta.....tapi masalahnya dialah yang tidak pernah mau menerima cinta. Tidur dengan berbagai lelaki, matre lagi. Rasanya untuk pribadi seperti Beno, layak mendapatkan wanita yang lenih baik daripada Laras!!

Minggu, 12 Agustus 2007

TA...kewajiban atau keinginan

sungguh mengherankan!!
sebuah pekerjaan yang jaman dulu saya nilai remeh ternyata setelah dijalani baru terasa sulitnya. pekerjaan itu tidak lain tidak bukan adalah tugas akhir atau singkatnya kita sebut saja TA.

jaman saya masih tingkat 3 dulu saat melihat kakak kelas yang sedang mengerjakan TA dan tidak kunjung selesai, yang ada di pikiran saya "wah, pasti ga serius tuh ngerjain TA-nya! pokoknya kalau saya TA nanti ga akan deh malas, bakal serius!" dan hasil pemikiran saya ini tentu saja tidak saya katakan ke orangnya, bisa kena hajar nanti.

eh, ternyata sekarang kena batunya deh.
setelah mengalami sendiri apa yang namanya TA, si TA sialan ini bukan main susahnya.
bukan cuma susah ngerjainnya tapi juga susah memulainya.
hasilnya sudah hampir 2 bulan lebih TA ini dibiarkan tidak jelas. berusaha cari pembenaran kenapa sampai sekarang belum dikerjain.

sampai akhirnya karena cape kabur terus dari masalah akhirnya sudah 2 minggu ini saya berusaha mengerjakan TA dengan serius.
secara rutin setiap hari memaksakan diri menahan godaan untuk main dan mengerjakan sedikit demi sedikit.
saya jadi mulai berpikir "kenapa ya baru sekarang saya serius mengerjakan TA??"
dan saya pikir jawabannya adalah dulu saya merasa TA adalah sebuah kewajiban, tekanan untuk cepat lulus datang dari pihak luar, orang tua contohnya. Tapi sekarang mengerjakan TA menjadi sebuah keinginan saya sendiri. keinginan lulus bukan untuk ibu, bukan untuk orang lain tapi murni untuk diri sendiri.
semoga saja semangat ini tidak hilang, yah minimal sampai saya lulus nanti hehe