Sepertinya hampir semua orang tahu benda bernama iPod ini.
Tapi biarkanlah saya menjelaskannya lagi.
iPod ini adalah sebuah benda elektronik kecil yang berfungsi memutar lagu2 kesukaan kita. iPod diproduksi oleh sebuah perusahaan bernama Apple. iPod ini sangatlah populer di kalangan anak muda.
Berhubung adik saya masih muda dia sangat mendambakan benda kecil tersebut. Memiliki iPod seakan2 telah menjadi obsesinya. Bagaimana dengan kakanya, alias si alin ini, tentu saja tidak terlalu bernafsu memiliki iPod, maklum sudah tua hehe.
Sampai akhirnya tibalah hari dimana si ibu tercinta menang arisan. Timbulah perdebatan seru mengenai penggunaan uang arisan tersebut.
Ibu : "kaka, ibu dapet uang arisan nih"(muka berseri-seri)
Kaka a.k.a Alin : "wow asyik!! buat kaka donk uangnya hehe" (mata berubah hijau)
Ibu : "ga mau ah, kalo ibu kasih ke kaka pasti uangnya kaka beliin mainan"
waduh dasar ibu2 satu ini tahu aja kebiasaan anaknya, keluh saya dalam hati, jadi saya jawab
Kaka : "ga akan dibeliin mainan ko. paling dibeliin playstation doang ko bu" (mata berbinar2)
Ibu : (muka berubah garang) " GA BOLEH!!! berani beli PS ibu usir kamu"
Kaka : "ampun bu, cuma becanda, jangan marah2 tar cepet tua"
padahal sebenarnya saya serius ingin membeli PS
Kemudian seakan2 mendapatkan pencerahan si ibu berkata
Ibu : "oh iya, beliin jam tangan buat si dede aja ya. jam tangan dia kan udah rusak"
Ya iyalah udah rusak, bagaimana tidak, semua jamnya harga nya 10 ribuan yang bentuknya pesawat2an atau muka power ranger!!
Si dede kemudian datang (tahu aja dia kalo mau diberi rezeki)
Ibu : "de, ibu dapet uang arisan. pake aja uangnya untuk beli jam tangan"
Dede : (muka sok manis) "ibuuuu, daripada dibeliin jam tangan mendingan uangnya dibeliin yang lebih berguna. misalnya iPod gitu"
Ibu : "ka, gimana menurut kaka lebih baik beli apa jam tangan atau iPod??"
Kaka : (muka sangat serius) " bu, kalo menurut kaka lebih baik dibelikan iPod saja. lebih banyak kegunaanya misalnya....bla...bla...bla.."
Dede : (menimpali dengan bersemangat) iya bu.....bener bu.....tuh kan....percaya deh ama kaka bu....dst....dst
Kenapa saya ngotot lebih baik uangnya dibelikan iPod saja, itu karena kalau dibelikan jam tangan saya sama sekali tidak kecipratan manfaatnya. Kalau iPod kan suatu saat bisa saya pinjam.
Ibu : "ya udah kalo gitu. nih uangnya de buat beli iPod"
dalam hati saya membatin "memang kasih ibu besar sekali hiks ... hiks"
Dede : (menjerit histeris) "ASYIK.....AKU JADI BELI IPOD!!!!!"
Besoknya si dede langsung pergi ke BEC untuk membeli iPod. Berbeda dengan saya yang sebelum membeli biasanya banyak pertimbangan, tanya kiri-kanan, searching di internet, dll si dede dengan percaya dirinya langsung beli saja di BEC.
Malamnya dia meminta tolong saya untuk memasukan lagu2 ke dalam iPodnya.
Saat saya koneksikan usbnya ke komputer muncul tulisan "usb didn't recognize"
ehmm...hati saya mulai ga enak.....jangan iPodnya bermasalah lagi.
Besoknya saya coba ke semua komputer yang ada di lab (sebenarnya tidak semua juga sih) dan ternyata si iPod ini ga kebaca di semua komputer.
Wah cilaka kalau begini, pasti iPod ini rusak. Esoknya langsung saya bawa ke Evertron (toko dimana si dede membeli).
Saya ceritakan masalahnya kepada penjaga disana, tapi saya merasa kurang sreg dengan pelayanannya. Soalnya saya perhatikan sepertinya mereka tidak mengerti betul mengenai iPod
Setelah saya paksa coba dikoneksikan akhirnya sang pegawai berkata "iya mbak, kayanya iPodnya memang rusak"
saya : "ya memang rusak, jadi gimana dong mas?saya kan baru beli 2 hari yang lalu!!"
pegawai : "ehm, mbak udah ke Apple centre belum?"
saya : "lho memangnya ada ya Apple Centre?"
pegawai : " ada mbak di plaza IBCC, kalau mau perbaikan kesana"
saya : "lho ko saya yang kesana?harusnya toko ini dong yang pergi kesana"
pegawai : "iya mbak, tapi kalau dari sini yang pergi prosesnya lama. Nah kalau customernya yang langsung kesana cepat prosesnya. langsung diberi iPod baru!"
saya berpikir sejenak "wah kalau gitu lebih baik saya yang pergi,kan prosesnya bisa cepat"
saya : "oke deh mas, kalau gitu saya saja yang pergi. tapi bener cepat kan prosesnya??"
pegawai :"iya bener mbak. langsung diganti baru"
Maka saya pun pergilah ke plaza IBCC. Tapi yang terjadi sungguh diluar dugaan.
Si pegawai evertron rupanya berdusta, boro-boro langsung dikasih iPod baru yang ada saya malah dikenai biaya untuk pengiriman iPod saya ke apple pusat di jakarta, soalnya saya tidak membeli di apple center.
Saya pun tercengang, sampai2 si pegawai apple center merasa kasihan. dia lalu menjelaskan bahwa banyak toko2 di BEC yang seenaknya membebankan urusan perbaikan pada customer, padahal seharusnya toko tersebut yang harusnya bertanggung jawab!!
Terang saja saya langsung berang. Brengsek banget si Evertron itu ngasih info tidak betul.
Dengan kondisi naik darah saya langsung kembali lagi ke BEC, tepatnya ke Evertron.
Langsung saja saya marah2, saya bilang dengan tegas
"Pokoknya mah saya ga mau tau mas, urusan perbaikan harus toko yang urus. Saya ga mau bayar lagi sepeserpun!"
"Oh iya, saya juga mau iPod saya diganti baru. Saya ga mau yang ini diperbaiki, harus ganti baru. Sini saya catat nomer serinya."
Setelah selesai marah2, badan saya lemas sekali. Ya iyalah saya lemas, diping-pong kesana kemari. Sambil duduk di food court BEC saya berpikir "sungguh jelek sekali pelayanan toko kepada customer. toko tidak menjalankan kewajibannya sampai tuntas, mereka hanya menjual dan selanjutnya terserah anda. untuk mendapatkan hak-nya, customer haruslah berjuang dahulu."
semoga kejadian seperti ini tidak akan pernah terulang lagi....